Safety Device Pada Conveyor


Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu berkesempatan untuk menangani project – project di area Coal Mining di daerah Kalimantan Timur. Tentunya, banyak pengalaman dan ilmu berharga yang didapat disana. Beberapa diantaranya adalah pengetahuan tentang safety device pada conveyor. Berikut ini adalah beberapa safety device yang umum ada di sebuahconveyor.




Belt Drift Switch / Misalignment Switch

Belt Drift Switch atau ada yang menyebutnya sebagai Misalignment Switch adalah sebuah sensor yang berfungsi sebagai pendeteksi jika posisi belt conveyor pada saat sedang berjalan, mengalami pergeseran ke kiri atau ke kanan. Prinsip dasarnya, sensor ini adalah sebuah limit switch. Jika belt bergeser dan menyentuh arm/tuas dari sensor, kemudian mendorongnya maka arm akan bergeser. Pada derajat tertentu, switch akan ON.
(sumber gambar : koleksi pribadi)


(sumber gambar : koleksi pribadi)

(sumber gambar : katalog safe-t-drift Electric Control Product)







Pull Cord / Pull Wire Switch
Apakah anda pernah melihat sebuah emergency stop seperti gambar di bawah ini ?

(sumber gambar : koleksi pribadi)
Pull Cord/Pull Wire Switch sebenarnya adalah sebuah emergency stop. Hanya saja jika emergency stop button kita mengaktifkannya dengan cara menekannya, maka ini adalah sebuah emergency stop dengan cara mengaktifkannya adalah menarik kabel/wire pemicunya. Wire ini terpasang sepanjang conveyor. Panjang dari wire ini bervariasi. Selain kabel, Safety Device ini memiliki bagian-bagian lainnya.
(sumber gambar : katalog pull-safe electric control product)
(sumber gambar : koleksi pribadi)
(sumber gambar : koleksi pribadi. Thank’s to the model, mr. Robby ^^)
(sumber gambar : koleksi pribadi)
(sumber gambar : koleksi pribadi)
Rotation Detector
Rotation Detector (kita singkat saja menjadi RT) adalah sebuah sensor yang fungsinya membaca kecepatan putaran conveyor. Biasanya digunakan untuk membaca apakah putaranconveyor melambat lalu berangsur-angsur berhenti padahal conveyor oleh controllerdiposisikan “running“. RT biasanya dipasang pada tail pulley. Apa itu tail Pulley?

Sebagai gambarannya, silahkan lihat gambar di bawah ini

Lalu pertanyaan berikutnya muncul, kenapa harus di tail pulley? kenapa tidak di head pulleyatau di dekat motor conveyor?
Head Pulley secara mekanik terhubung dengan gear box motor, sedangkan tail pulleydihubungkan dengan belt conveyor. Jika suatu saat terjadi masalah pada belt, putus misalkan, maka head pulley akan terus berputar karena dia terhubung langsung dengan gear box, sedangkan tail pulley akan melambat putarannya dan kemudian berangsur-angsur akan berhenti. Jadi, jika kita menginstalasinya di head pulley ataupun di pulley manapun yang terhubung langsung dengan motor dan gear box-nya, maka kita tidak akan mengetahui apakah ada masalah dengan conveyor atau tidak.
Salah satu sensor yang dapat digunakan sebagai RT adalah inductive proximity. Jenisinductive proximity yang pernah saya gunakan adalah produk dari Telemecanique, yaitu Osiprox XSA-V. Bagaimana prinsip kerja dan instalasinya?
Ada baiknya perhatikan gambar di bawah ini terlebih dahulu
(sumber gambar : Katalog Inductive Proximity Telemecanique Osiprox XSA-V)
(sumber gambar : Katalog Inductive Proximity Telemecanique Osiprox XSA-V)
Prinsip inductive proximity-nya sendiri adalah sensor membaca bahan metal yang lewat di depannya. Bahan metal yang melalui sensor lewat berulang-ulang dengan kecepatan tertentu, sehingga ini bisa dibilang menghasilkan pulsa dengan nilai frekuensi tertentu. Pada XSA-V terdapat potensiometer yang fungsinya sebagai setting frekuensi treshold. Jika frekuensi yang dibaca sama atau lebih besar dari treshold maka XSA-V akan mengirim sinyal “TRUE” atau logic “1” melalui output-nya, sedangkan jika kurang akan mengirimkan sinyal “FALSE” atau logic “0”.
(sumber gambar : koleksi pribadi)
(sumber gambar : koleksi pribadi)
Karena output yang dihasilkan berupa logic ini, maka RT terkadang disebut juga sebagaiZero Speed Switch, dimana “Zero” disini tidak dimaksudkan benar-benar “0” atau berhenti, tetapi nilainya berada di bawah treshold.
Berarti bisa dong jika kemudian XSA-V diganti menggunakan encoder atau proximity biasa kemudian output pulsanya dimasukkan ke input speed counter di PLC lalu digunakan fungsicompare sebagai treshold-nya ? Jawabannya Bisa ^^
Iklan

1 Komentar

Filed under ELEKTRONIKA

One response to “Safety Device Pada Conveyor

  1. zulkarnaein

    Dengan hormat,
    BISMACINDO,bergerak dipengadaan & pemasangan Penangkal Petir Elektrostatis(External Protection merek KURN-Indonesia,ERICO-Australia,PROMER-Francis).
    Sole agent : arrester,grounding,cadweld,spark gap,cathodic,acessories.
    -Kabel : COAXIAL,NYY,NYA,CONVEYOR
    Terimakasih atas perhatian & kerjasamanya.
    ZULKARNAEIN Mb-081584114769 Fax-021 74645309
    zoelkarnaeinjoel@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s