Mengganti Packing Set Pada Control Valve: Bagian 3, Tamat (Memasang Packing Set dan back-in-service)


Setelah packing set lama terlepas dari rumahnya, seperti dikupas pada pada posting lalu saatnya kita pasang packing yang beru dan membuat control valve back in service.

Berikut ini tahapanya:

Yakinkan semua part yang akan di reassemble sudah dibersihkan dan terbebas dari kotoran, baik kotoran kasar maupun kotoran halus, kotoran kasar seperti gram dll, kotoran halus seperti grease dll.

Masukkan packing spacerpacking set dan packing nut secara berurutan pada rumahnya di dalam bonnet assy.

Masukkan terlebih dahulu packing spacer pada tempatnya.

01. Memasukkan packing sapacer

Perhatikan susunan packing set, tidak boleh terbalik, silakan mengacu pada manual bookmasing-masing.

02. Susunan packing set

Dengan dorongan tangan saja, seharusnya packing set sudah bisa masuk ke dalam lobangbonnet.

03. Packing set masuk ke dalam bonnet

Berikutnya, masukkan packing nut ke dalam lobang bonnet, sedikit ketokan palu mungkin diperlukan agar nut bisa duduk dengan sempurna, namun jangan diketok terlalu keras. elan-pelan saja…

04. Memasukkan packing nut

Packing set pun akhirnya sudah bisa masuk ke dalam lobang bonnet, lengkap dengan packing spacer dan packing nut-nya.

05. Packing nut masuk

Langkah berikutnya adalah memasang valve plug ke dalam lobang bonnet yang sudah dipasangin packing set. Lakukan langkah ini dengan hati-hati, jangan sampai ulir drat padaplug rusak, atau jangan sampai ulir tersebut merusak bagian packing yang baru saja kita ganti.

06. Memasukkan plug ke dalam bonnet ber-packing

07. Bonnet dengan Valave plug

Setelah plug bisa terpasang di dalam bonnet, langkah berikutnya adalah memasang bonnet assy yang telah lengkap dengan packing set dan valve plug ke dalam valve body.

08. Bonnet duduk di atas valve body

Setelah bonnet bisa duduk di atas valve body, kencangkan baut pengikatnya dengan ukuran torsi tertentu sesuai dengan spesifikasi yang tertera di dalam manual book. Jangan lupa pula, sebelum memasang mur pada baut pengiktanya, lumuri baut pengikat tersebut dengan anti-seize, agar suatu saat kita membuka kembali bonnet assy, baut dan mur-nya tidak berkarat dan sulit dibuka.

09. Mengencangkan bonnet dengan kunci torsi

Setelah bonnet terpasang pada valve body, dan dikencangkan dengan torsi sesuai spek, maka langkah berikutnya adalah memasang aktuator. Lakukan dengan hati-hati, lakukan langkah kebalikan dari langkah pembongkaran seperti diulas pada posting sebelumnya.

10. Memasang aktuator

Saat memasang aktuator, jang lupa untuk memasukkan packing flange terlebih dahulu sebelum jarak antara actuator shaft dengan valve stem, kalau terlewat, maka akan ribet, karena haru membingkar kembali actuator.

11. Memasang packing flange

Langkah berikutnya adalah memasang packing clamp, yang mengikat actuator dengan bonnet. Kencangkan sesuai dengan torsi yang tertera di dalam maintenance manual book.

12. Memasang packing clamp

Setelah packing clamp terpasang, pasang baut pengikat packing flange, kencangkan dengan torsi sesuai dengan yang tertera di dalam maintenance manual book.

13. Packing flanege dan clamp terpasang

Kemudian, stel jarak antara actuator shaft dengan valve stem, sesuai dengan jarak yang pernah diukur saat pembongkaran, seperti pada posting sebelumnya.

14. Menyetel jarak antara actuator shaft dengan stem

Setelah ukurannya sesuai, selipakan benda diantara actuator shaft dan valve stem yang seukuran dengan jarak yang telah distel tadi, bisa berupa obeng, atau perkakas lain yang bisa membantu, sayang sekali gambarnya tidak tersedia. Setelah terganjal, lakukan full stroke(jika valve-nya ATC, atau minimum stroke jika valve-nya ATO), dengan cara mengatur tekanansupply yang masih memakai regulator sebagai bypass positioner, seperti diulas pada posting sebelumnya. Setelah itu, pasang stem clamp, yang juga berfungsi sebagai actuator indicator. Lakukan langkah ini saat stem berada pada posisi minimum (full close) dan stem indicatorharus menunjukkan pada posisi 0%.

15. Memasang stem clamp

Kemudian, pasang semua aksesoris yang digunakan, seperti stem linkagepositionerair supply dan lain-lain seperti keadaan semula.

16. Semua aksesori terpasang

Setelah semua aksesoris terpasang, lakukan stroke test berulang-ulang, untuk melancarkan pergerakan stem dan memposisikan packing assy yang berada di dalam bonnet, sehingga bisa melakukan tugasnya dalam melakukan sealing terhadap media proses. Kemudian lakukan kalibrasi agar control valve bisa bekerja sesuai dengan yang diperintahkan.

17. Melakukan kalibrasi

Setelah terkalibrasi, jika memungkinkan, lakukan kembali stroke test pada saat valvebertekanan. Untuk melakukannya, buka isolation valve pada sisi upstream-nya, sehingga valvebertekanan. Hal ini dilakukan untuk menguji kebocoran packing assy yang baru saja kita ganti. Setelah yakin bahwa packing tidak bocor, lakukan loop check dengan cara memberikan sinyal perintah buka/tutup dari control room. yakinkan bahwa valve bisa beroperasi sebagaimana mestinya. Untuk mengoperasikan kembali control valve, ikuti prosedur de-isolasi dan pelepasan LOTO yang berlaku. Dan yakinkan PTW di-close.

Sekarang control valve sudah bisa beraksi lagi…

18. Back in service

===mengganti packing set, TAMAT===

Disclaimer:

Tulisan ini bukan merupakan panduan praktek, hanya tulisan praktis yang menggambarkan pekerjaan seorang Teknisi Instrument, TeknisiInstrument tidak bertanggung jawab jika  terjadi hal-hal yang tidak diinginkanyang ditimbulkan dari tulisan ini. Silakan merujuk kepada Maintenance Instruction Manual masing-masing valve yang Anda kerjakan.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under CALIBRATION

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s